Minggu, 05 Agustus 2012

KECANGGIHAN SMART TV SEBAGAI TEKNOLOGI TELEVISI SAAT INI


PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan jaman, teknologipun ikut berkembang mengikuti. Salah satunya adalah TV, yang dulu hanya sekedar diperuntukan sebagai media hiburan dan informasi atau disebut dengan pesawat penerima siaran saja. Disadari ataupun tidak, TV merupakan bagian dari keseharian rutinitas masyarakat luas yang hampir tidah pernah terlupakan.

( Televisisi jaman dulu - gambar 1)

Lebih dari 80 tahun semenjak pertama kali pesawat televisi dijual secara komersil (tahun 1930-an), teknologi di dunia televisi berkembang memang sangat pesat, baik dari materi maupun cara penyiarannya. Pada awalnya TV jaman dulu hanya memberikan visual hitam-putih saja, bahkan pada saat itu siaran yang ditayangkanpun merupakan film bisu atau film tanpa suara. Namun jaman itu digeser dengan yang bermula dari tabung Cathode Ray Tube (CRT), yang kemudian dilanjutkan dengan materi kristal cair atau yang dikenal de­ngan­ istilah LCD (Liquid Crystal Display), kemudian terus berkembang dengan materi-materi selanjutnya termasuk plasma dan LED (Light Emiting Diode).
Ketiga materi baru ini  (LCD, LED, dan plasma), memang baru marak satu dekade belakangan ini. Namun terobosan yang dilakukan produsen-produsen TV besar di dunia sangatlah pesat. Jika semula produsen-produsen TV saling berlomba membuat panel high definition de­ngan­ rasio kontras tinggi dan sudut pandang yang lebar, kini pertarungan itu dibawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu Smart TV.
Dalam hal ini, ungkapan terhadap adanya TV dapat di sebut sebagai media yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Darryl Francis Zanuck mungkin akan menelan perkataannya dalam-dalam, sebab produser dari studio kenamaan 20th Century Fox ini di tahun 1946 sempat melontarkan kalimat,  "Televisi tidak akan bertahan lama, sebab orang tidak mau duduk berlama-lama menonton tabung gelas dalam kotak kayu setiap malam.” (sumber - smart TV: saat televisi semakin pintar.htm) Namun dengan adanya bukti nyata yang terjadi, hal tersebut salah besar. 



ISI DAN URAIAN

Seolah jenuh dengan adu teknologi di ranah high definition, produsen TV kini menawarkan fungsi lebih dari sebuah televisi. Konektivitas Internet ditanamkan ke dalamnya, sehingga membuat perangkat televisi lebih dari sekadar pesawat penerima siaran. Dengan fungsi Internet ini, pesawat televisi seolah semakin pintar dengan­ fungsi dan feature tambahan lainnya, inilah yang disebut Smart TV.

( Smart TV - gambar 2 )

Hal yang ditawarkan Smart TV dibanding pesawat televisi pada umumnya adalah seperti yang disebutkan tadi, dengan adanya konektivitas Internet, Smart TV memungkinkan produsen menambahkan feature aplikasi apa pun yang diinginkan, seperti hiburan, informasi/berita, game, cuaca, dan lain-lain.
Aplikasi-aplikasi tersebut ada juga yang diberikan oleh pihak pabrikan secara default atau bisa ditambahkan sendiri oleh pengguna. Pengguna bisa men-download aplikasi yang diinginkan melalui toko aplikasi yang dimiliki masing-masing produsen baik secara gratis maupun berbayar.
Walau sama-sama terhubung dengan Internet, namun Smart TV (disebut juga dengan Connected TV atau Hybrid TV) berbeda dengan Internet TV. Perbedaan itu terletak pada interaksinya. Smart TV memiliki ekosistemnya sendiri yang terdiri atas hardware yang terkoneksi dengan Internet yang bisa berhubungan dalam televisi atau terpisah. Software yang menjalankan antarmuka pengguna, serta aplikasi-aplikasi yang berada di dalamnya. Smart TV ini mirip dengan ponsel pintar (smartphone), yang juga memiliki software dan aplikasi-aplikasinya sendiri. Konten yang dimiliki Smart TV fokus pada media yang interaktif, konten over-the-air (OTA), serta streaming media yang bisa dilakukan secara on-demand.
Keuntungan dari smart TV ini sangat lah banyak. Dimulai dari kecanggihannya yang dapat berkoneksi dengan internet, sehingga konsumen pemakainya dapat melakukan dua aktivitasnya dalam satu perangkat saja. Terlebih dengan era sekarang ini telah semakin banyak pengguna media sosial seperti facebook, twitter, juga youtube, dll. Sebagai contoh pada smart TV ini maka pengguna dapat melihat tayangan televisi sekaligus memanjakan diri berselanjar di dunia maya (internet).
Smart TV juga tidak mengharuskan pemirsanya selalu melihat tayangan dengan tepat waktu. Karena smart TV dapat di program untuk dapat memutar kembali tayangan yang sudah berakhir. Hal ini menguntungkan bagi para pekerja yang sibuk, sehingga mereka tetap dapat melihat tanyangan yang disukai menyusuaikan dengan jam santai mereka.
Smart TV ini memiliki sensor kamera yang dapat mengendalikan televisi dengan gerakan telapak tangan sebagai pengganti pengendali jarak jauh (remote control). Selain itu, televisi ini jg dapat membaca perintah suara dalam Bahasa Inggris. Caranya adalah dengan mendekatkan suara pada mikrofon yang terdapat pada alat pengendali jarak jauh tersebut.
Selain itu kehematan energi listrik pada smart TV jg terjamin. Semua keunggulan smart TV tersebut disajikan di layar Light-emitting Diode (LED). Teknologi ini dapat mengurangi penggunaan energi listrik sebesar 50 persen ketimbang Liquid Crystal Display (LCD) TV menjadi 50 watt dari 100 watt. Estimasi untuk daya tahan LED bahkan bisa sampai 10 tahun.




KESIMPULAN
Dari segala kelengkapan dan kecanggihan yang ada pada smart TV ini, tentu saja akan sangat banyak memikat masyarakt luas didunia. Mungkin pada sekarang ini pengguna smart TV memang masih terhitung sedikit dibandingkan dengan pengguna produk TV biasa. Namun dengan seiring berjalannya waktu, kemungkinan smart TV untuk dimiliki banyaknya masyarakat pasti akan terbuka. Hal tersebut dapat dilihat dari sifat masyarakat pada era sekarang ini, dimana teknologi akan selalu menjadi kebutuhan pokok untuk aktivitas sehari-hari.
Benar-benar produk terobosan TV yang dapat memberikan kepuasan bagi kunsumen. Teknologi yang hebat tidak akan menjadi masalah untuk pemasarannya. Hanya saja butuh sedikit waktu lama untuk mengingatkan para konsumen untuk segera memiliki produk smart TV ini.
Perlu disadari bahwa perangkat teknologi yang menjadi kebutuhan masyarakat haruslah diimbangi dengan ilmu pengetahuan dan penambah wawasan yang dapat diterima oleh masyarakat  pula. Dengan adanya hal itu maka suatu teknologi dapat bekerja dengan efektif sebagai partner bagi para penggunanya. Dalam hal ini smart TV sudah dapat mengaplikasikan dua aspek tersebut, memberi kepuasan kepada konsumennya dan dapat juga memberikan dampak positif bagi para konsumen.
Namun adapun pasti dampak negatif yang tidak dapat lepas dari kekhawatiran pada setiap kecanggihan teknologi. Dengan berpatokan pada suatu idealis maka bisa saja smart TV ini memberikan dampak negatif yang dapat merugikan setiap konsumennya. Sebagi contohnya adalah, bisa saja ketergantungan pada smart TV ini menjadi momok yang susah untuk dilepas dari kebiasan dan rutinitas yang dapat menggangu aktifitas lain pada setiap konsumen penggunanya. Membuang banyak waktu, termanjakan dengan teknologi, sangatlah berpeluang besar terjadi .
Produsen yang baik tentunya harus dapat memikirkan konsumennya. Bukan hanya berupaya untuk mencari keuntungan semata dengan menyajikan berbagai menu, namun kesehatan konsumen jg haruslah dipertimbangkan sebaik mungkin. 
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi para produsen adalah bagaimana cara menawarkan teknologi kepada konsumennya. Hal yang perlu dikondisikan adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi konsumennya.