PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan
jaman, teknologipun ikut berkembang mengikuti. Salah satunya adalah TV, yang dulu
hanya sekedar diperuntukan sebagai media hiburan dan informasi atau disebut
dengan pesawat penerima siaran saja. Disadari ataupun tidak, TV merupakan
bagian dari keseharian rutinitas masyarakat luas yang hampir tidah pernah
terlupakan.
( Televisisi jaman dulu - gambar 1)
Lebih dari 80 tahun semenjak
pertama kali pesawat televisi dijual secara komersil (tahun 1930-an), teknologi
di dunia televisi berkembang memang sangat pesat, baik dari materi maupun cara
penyiarannya. Pada awalnya TV jaman dulu hanya memberikan visual hitam-putih
saja, bahkan pada saat itu siaran yang ditayangkanpun merupakan film bisu atau
film tanpa suara. Namun jaman itu digeser dengan yang bermula dari tabung
Cathode Ray Tube (CRT), yang kemudian dilanjutkan dengan materi kristal cair
atau yang dikenal dengan istilah LCD (Liquid Crystal Display), kemudian terus
berkembang dengan materi-materi selanjutnya termasuk plasma dan LED (Light
Emiting Diode).
Ketiga materi baru ini
(LCD, LED, dan plasma), memang baru marak satu dekade belakangan ini. Namun terobosan
yang dilakukan produsen-produsen TV besar di dunia sangatlah pesat. Jika semula
produsen-produsen TV saling berlomba membuat panel high definition dengan
rasio kontras tinggi dan sudut pandang yang lebar, kini pertarungan itu dibawa
ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu Smart TV.
Dalam hal ini, ungkapan terhadap
adanya TV dapat di sebut sebagai media yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Darryl
Francis Zanuck mungkin akan menelan perkataannya dalam-dalam, sebab produser
dari studio kenamaan 20th Century Fox ini di tahun 1946 sempat melontarkan
kalimat, "Televisi tidak akan bertahan lama, sebab orang tidak mau
duduk berlama-lama menonton tabung gelas dalam kotak kayu setiap malam.” (sumber
- smart TV: saat televisi semakin pintar.htm)
Namun dengan adanya bukti nyata yang terjadi, hal tersebut salah besar.
ISI
DAN URAIAN
Seolah jenuh dengan adu teknologi di ranah high definition, produsen TV kini menawarkan fungsi lebih dari sebuah televisi. Konektivitas Internet ditanamkan ke dalamnya, sehingga membuat perangkat televisi lebih dari sekadar pesawat penerima siaran. Dengan fungsi Internet ini, pesawat televisi seolah semakin pintar dengan fungsi dan feature tambahan lainnya, inilah yang disebut Smart TV.
Hal yang ditawarkan Smart TV dibanding pesawat televisi pada umumnya adalah
seperti yang disebutkan tadi, dengan adanya konektivitas Internet, Smart TV
memungkinkan produsen menambahkan feature aplikasi apa pun yang diinginkan,
seperti hiburan, informasi/berita, game, cuaca, dan lain-lain.
Aplikasi-aplikasi tersebut ada juga yang diberikan oleh pihak pabrikan
secara default atau bisa ditambahkan sendiri oleh pengguna. Pengguna bisa
men-download aplikasi yang diinginkan melalui toko aplikasi yang dimiliki
masing-masing produsen baik secara gratis maupun berbayar.
Walau sama-sama terhubung dengan Internet, namun Smart TV (disebut juga
dengan Connected TV atau Hybrid TV) berbeda dengan Internet TV. Perbedaan itu
terletak pada interaksinya. Smart TV memiliki ekosistemnya sendiri yang terdiri
atas hardware yang terkoneksi dengan Internet yang bisa berhubungan dalam
televisi atau terpisah. Software yang menjalankan antarmuka pengguna, serta
aplikasi-aplikasi yang berada di dalamnya. Smart TV ini mirip dengan ponsel
pintar (smartphone), yang juga memiliki software dan aplikasi-aplikasinya
sendiri. Konten yang dimiliki Smart TV fokus pada media yang interaktif, konten
over-the-air (OTA), serta streaming media yang bisa dilakukan secara on-demand.
Keuntungan dari smart
TV ini sangat lah banyak. Dimulai dari kecanggihannya yang dapat berkoneksi
dengan internet, sehingga konsumen pemakainya dapat melakukan dua aktivitasnya
dalam satu perangkat saja. Terlebih dengan era sekarang ini telah semakin
banyak pengguna media sosial seperti facebook, twitter, juga youtube, dll.
Sebagai contoh pada smart TV ini maka pengguna dapat melihat tayangan televisi
sekaligus memanjakan diri berselanjar di dunia maya (internet).
Smart TV juga tidak
mengharuskan pemirsanya selalu melihat tayangan dengan tepat waktu. Karena
smart TV dapat di program untuk dapat memutar kembali tayangan yang sudah
berakhir. Hal ini menguntungkan bagi para pekerja yang sibuk, sehingga mereka
tetap dapat melihat tanyangan yang disukai menyusuaikan dengan jam santai
mereka.
Smart TV ini memiliki
sensor kamera yang dapat mengendalikan televisi dengan gerakan telapak tangan
sebagai pengganti pengendali jarak jauh (remote control). Selain itu, televisi
ini jg dapat membaca perintah suara dalam Bahasa Inggris. Caranya adalah dengan
mendekatkan suara pada mikrofon yang terdapat pada alat pengendali jarak jauh
tersebut.
Selain itu kehematan
energi listrik pada smart TV jg terjamin. Semua keunggulan smart TV tersebut
disajikan di layar Light-emitting Diode (LED). Teknologi ini dapat mengurangi
penggunaan energi listrik sebesar 50 persen ketimbang Liquid Crystal Display
(LCD) TV menjadi 50 watt dari 100 watt. Estimasi untuk daya tahan LED bahkan
bisa sampai 10 tahun.
KESIMPULAN
Dari segala kelengkapan
dan kecanggihan yang ada pada smart TV ini, tentu saja akan sangat banyak
memikat masyarakt luas didunia. Mungkin pada sekarang ini pengguna smart TV
memang masih terhitung sedikit dibandingkan dengan pengguna produk TV biasa.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, kemungkinan smart TV untuk dimiliki
banyaknya masyarakat pasti akan terbuka. Hal tersebut dapat dilihat dari sifat
masyarakat pada era sekarang ini, dimana teknologi akan selalu menjadi
kebutuhan pokok untuk aktivitas sehari-hari.
Benar-benar produk
terobosan TV yang dapat memberikan kepuasan bagi kunsumen. Teknologi yang hebat
tidak akan menjadi masalah untuk pemasarannya. Hanya saja butuh sedikit waktu lama
untuk mengingatkan para konsumen untuk segera memiliki produk smart TV ini.
Perlu disadari bahwa
perangkat teknologi yang menjadi kebutuhan masyarakat haruslah diimbangi dengan
ilmu pengetahuan dan penambah wawasan yang dapat diterima oleh masyarakat pula. Dengan adanya hal itu maka suatu
teknologi dapat bekerja dengan efektif sebagai partner bagi para penggunanya.
Dalam hal ini smart TV sudah dapat mengaplikasikan dua aspek tersebut, memberi
kepuasan kepada konsumennya dan dapat juga memberikan dampak positif bagi para
konsumen.
Namun adapun pasti
dampak negatif yang tidak dapat lepas dari kekhawatiran pada setiap kecanggihan
teknologi. Dengan berpatokan pada suatu idealis maka bisa saja smart TV ini
memberikan dampak negatif yang dapat merugikan setiap konsumennya. Sebagi
contohnya adalah, bisa saja ketergantungan pada smart TV ini menjadi momok yang
susah untuk dilepas dari kebiasan dan rutinitas yang dapat menggangu aktifitas
lain pada setiap konsumen penggunanya. Membuang banyak waktu, termanjakan
dengan teknologi, sangatlah berpeluang besar terjadi .
Produsen yang baik
tentunya harus dapat memikirkan konsumennya. Bukan hanya berupaya untuk mencari
keuntungan semata dengan menyajikan berbagai menu, namun kesehatan konsumen jg
haruslah dipertimbangkan sebaik mungkin.
Yang saat ini perlu
menjadi perhatian bagi para produsen adalah bagaimana cara menawarkan teknologi
kepada konsumennya. Hal yang perlu dikondisikan adalah dengan program-program
aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara
education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program
(software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan
menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi konsumennya.

